Tentang Kami

Lebih dari satu dekade, Green Zone Herbal telah menjadi bagian dari mitra kesehatan nasional di Indonesia. Dibangun diatas lahan 5000 m2, Green Zone Herbal merupakan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) berskala nasional yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat Tradisional Republik Indonesia (BPOM RI) dan mendapatkan sertifikasi jaminan halal dari MUI

Usaha obat tradisional Green Zone Herbal berdiri sejak tahun 2004 oleh Bapak H. Avip Vivarullah Wiharta S.E beserta istri, dimulai dari ruangan kecil di rumah. Saat itu Bapak Avip sendiri berprofesi sebagai penterapis Akupunktur, seiring berjalannya waktu beliau membutuhkan obat/herbal sebagai penyeimbang terapinya, darisitulah bergerak ke bidang herbal untuk disinergikan dengan terapi Akupunktur, dan pemasarannyapun masih dikalangan pasien sendiri.

Green Zone Herbal semakin berkembang dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 dibuatkanlah akte, SIUP dan sebagainya untuk memenuhi persyaratan IKOT, kemudian ditahun yang sama Green Zone Herbal mendapatkan izin IKOT dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Semakin berkembang, ditahun 2011 Green Zone Herbal mendapatkan izin dari BPOM sampai 5 produk.

Pada tahun 2012 produksi Green Zone Herbal dipindahkan ke Desa Pangadengan Kec. Pasarkemis Kab. Tangerang, ditahun yang sama pemerintah melakukan revisi izin menjadi UMOT, UKOT, dan IOT. Ditahun 2014 Green Zone Herbal mendapatkan izin UKOT grade I dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Usaha obat tradisional Green Zone Herbal telah mendapatkan izin resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan mendapatkan rekomondasi CPOTB dari BPOM serta sertifikasi halal MUI, produk obat Green Zone Herbal telah memiliki izin edar BPOM dan telah dipasarkan melalui toko-toko herbal dan apotik-apotik.

VISI
Menjadikan Green Zone sebagai salah satu perusahaan obat tradisional yang baik.

MISI
1. Memenuhi persyaratan standar UKOT grade 1.
2. Melakukan pengembangan dan peningkatan mutu produk melalui perbaikan sistem manajemen mutu dan halal yang sesuai dengan BPOM RI, CPOTB, SNI dan halal MUI.
3. Peningkatan variasi dan jumlah produksi.
4. Pembinaan karyawan yang terencana.
5. Melakukan upaya komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang produk obat tradisional yang aman, halal dan bermutu.